Senin, 30 Mei 2011

Profil Anak Autis

Add caption
Jacob Barnett  telah membuat heboh dunia pendidikan. Anak berusia 12 tahun ini memiliki IQ lebih tinggi dari Einstein. Bahkan ia mengembangkan teori relativitas sendiri.
Anak ajaib ini membuat profesor di universitasnya terkejut setelah bergulat dengan beberapa konsep yang lebih maju dalam matematika. Jacob Barnett memiliki IQ 170, lebih tinggi dari Albert Einstein. Profesor di universitasnya pun mengajukan Barnett untuk memperoleh gelar PHD.

Jake didiagnosis sindrom Aspergers, bentuk ringan dari autis, sejak usia dini. Orangtuanya khawatir ketika Jake tidak bicara sampai usia dua tahun, tapi lambat laun orangtuanya mulai menerima dan menyadari karunia pada putranya.
Kecerdasan Jake sudah terlihat sejak kecil. Pada usia tiga tahun, ia memecahkan 5.000 potong puzzle dan ia bahkan mempelajari peta jalan negara, membaca setiap jalan dan mengingatnya. Pada usia delapan tahun, ia telah meninggalkan sekolah tinggi dan ikut pendidikan di Indiana University-Purdue University
Indianapolis di astrofisika

Mitos dan Fakta Anak AUTIS

•    Mitos: Semua anak dengan autisme memiliki kesulitan belajar.  
     Fakta: Autisme memiliki manifestasi yang berbeda pada setiap orang. Simtom gangguan ini dapat bervariasi secara signifikan dan meski beberapa anak memiliki kesulitan belajar yang berat, beberapa anak lain dapat memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi dan mampu menyelesaikan materi pembelajaran yang sulit, seperti persoalan matematika. Contohnya, anak dengan sindrom Asperger biasanya berhasil di sekolah dan dapat menjadi mandiri ketika ia dewasa.  

•    Mitos: Anak dengan autisme tidak pernah melakukan kontak mata. 
     Fakta: Banyak anak dengan autisme mampu melakukan kontak mata. Kontak mata yang dilakukan mungkin lebih singkat durasinya atau berbeda dari anak normal, tetapi mereka mampu melihat orang lain, tersenyum dan mengekspresikan banyak komunikasi nonverbal lainnya.   

•    Mitos: Anak dan orang dewasa dengan autisme lebih senang sendirian dan menutup diri serta tidak peduli dengan orang lain. 
     Fakta: Anak dan orang dewasa dengan autisme pada dasarnya ingin berinteraksi secara sosial tetapi kurang mampu mengembangkan keterampilan interaksi sosial yang efektif. Mereka sering kali sangat peduli tetapi kurang mampu untuk menunjukkan tingkah laku sosial dan berempati secara spontan. 

•    Mitos: Anak dan orang dewasa dengan autisme tidak dapat mempelajari keterampilan bersosialisasi. 
      Fakta: Anak dan orang dewasa dengan autisme dapat mempelajari keterampilan bersosialisasi jika mereka menerima pelatihan yang dikhususkan untuk mereka. Keterampilan bersosialisasi pada anak dan orang dewasa dengan autisme tidak berkembang dengan sendirinya karena pengalaman hidup sehari-hari.

Senin, 23 Mei 2011

Autism is . . .

       Autism adalah gangguan perkembangan yang menyebabkan anak mengalami keterbatasan dalam interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku (Asosiation Psychology America, 2005).
Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif. Gejala yang sangat mennjol adalah sikap anak yang cenderung tidk memperdulikan lingkungan dan rag-orang di sekitarnya, seakan hidup dalam duniana sendiri dan menolak berinteraksi. Umumnya, anak autistik juga mengalami kesulitan memahami bahasa dan komunikasi secara verbal.
        Intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan samai sangat berat. Maka, saat ini gangguan perkembangan ini lebih dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autistik (GSA).
        Autisme dapat terjadi pada siapa saja, tanpa membedakan warna kulit, status sosial ekonomi maupun pendidikan seseorang. Tidak semua individu ASD/GSA memiliki IQ yang rendah. Sebagian dari mereka dapat mencapai pendidikan di perguruan tinggi dan memiliki kemampuan di suatu bidang tertentu. (acd)


(http://www.autis.info/index.php/tentang-autisme/apa-itu-autisme)

Sabtu, 07 Mei 2011

pengantar blog insight :D


Setelah melewati beberapa saat menghadapi Ujian Tengah Semester sehingga sempat menunda pembuatan blog ini. Maka, tepat di hari ini, INSIGHT psikologi UNAIR membuka secara resmi blog http://insightpsikologiunair.blogspot.com/

Di blog ini, akan ditampilkan beberapa produk yang dihasilkan oleh Insight, yakni berupa bulletin, mading dan majalah, serta beberapa liputan yang khusus ditampilkan hanya dalam blog ini.

Disamping membuka blog ini, INSIGHT psikologi UNAIR terlebih dahulu eksis dalam Facebook. Untuk yang ingin add friend akun facebook kami, silahkan kunjungi http://www.facebook.com/insight.psikologi atau email di : insightpsikologiunair@gmail.com

Besar harapan kami INSIGHT psikologi UNAIR bisa membawa “lilin penerang” di jalan yang gelap. Membuka cakrawala pers dan menggeliatkan semangat jurnalisme terutama di kalangan mahasiswa.
Akhir kata, ungkapan pengobar semangat.


HIDUP PERS MAHASISWA… dan Get Your New Insight!